Sabtu, 30 November 2013

Penyelesaian Masalah Penugasan (Assigment Problem) dengan Menggunakan Metode Hungarian



            Masalah penugasan berkaitan dengan harapan perusahaan ataupun suatu kelompok  dalam melakukan pembagian tugas bagi setiap  individu atau bagian, agar didapatkan hasil yang optimal. dalam arti apabila penugasantersebut berkaitan dengan keuntungan maka bagaimana alokasi tugas atau penugasantersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih besar (maksimal), begitu pulasebaliknya bila menyangkut biaya, dan bahkan bisakah seorang karyawan mengerjakantugas yang lain. 
Masalah penugasan berkaitan dengan keinginan perusahaan dalam mendapatkan pembagian atau alokasi tugas (penugasan) yang optimal, dalam arti apabila penugasan tersebut berkaitan dengan keuntungan maka bagaimana alokasi tugas atau penugasantersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih besar (maksimal), begitu pulasebaliknya bila menyangkut biaya, dan bahkan bisakah seorang karyawan mengerjakantugas yang lain.Penyelesaian masalah penugasan biasanya dilakukan dengan menggunakan metode        Hungarian yang pada tahun 1916 dikembangkan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Hungaria yang bernama D KÖnig
Secara umum langkah-langkah penyelesaian masalah penugasan yang normal adalah :
1.      Identifikasi dan penyederhanaan masalah dalam bentuk tabel penugasan
2.      Untuk kasus minimalisasi, mencari biaya terkecil untuk setiap baris, dan kemudianmenggunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya yang ada, begitu sebaliknya untuk mencari nilai maksimal.
3.      Memastikan semua baris dan kolom sudah memiliki nilai nol. Apabila masih adakolom yang belum memiliki nilai nol, maka dicari nilai terkecil pada kolomtersebut untuk selanjutnya digunakan untuk mengurangi semua nilai yang ada pada kolom tersebut. 
4.      Setelah semua baris dan kolom memiliki nilai nol, maka langkah selanjutnya adalahmemastikan atau mengecek apakah dalam tabel penugasan tersebut, telah berhasilditemukan nilai nol, sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alattransportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya. Misalnya bila yang akan ditugaskan adalah 4 karyawan, maka harusditemukan nilai nol sebanyak 4 buah yang terletak di baris dan kolom yang berbeda. Sebaiknya dimulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol. Langkah inimenganduk arti bahwa setiap karyawan hanya dapan ditugaskan pada satu pekerjaan saja.
5.      Apabila belum, maka langkah selanjutnya adalah menarik garis yangmenghubungkan minimal dua buah nilai nol dalam tabel penugasan tersebut. 
6.      Selanjutnya, perhatikan nilai-nilai yang belum terkena garis. Pilih nilai yang palingkecil, kemudian pergunakan untuk mengurangi nilai-nilai lain yang belum terkenagaris, dan gunakan untuk menambah nilai-nilai yang terkena garis dua kali.
7.      Dari hasil lagkah ke-6 tersebut, apakah sekarang telah berhasil ditemukan nilai nol sejumlah atau sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atausumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya. 
8.      Jika sudah, maka masalah penugasan telah optimal, dan apabila belum maka perludiulangi langkah penyelesaian ke-5 di atas.Sebagai catatan, kasus penugasan dianggap normal apabila jumlah sumber daya yangakan ditugaskan dan jumlah pekerjaan atau tujuan adalah sama.
Contoh penyelesaian masalah dengan metode Hungarian :
Pada umumnya tingkat keterampilan, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan latihan setiap karyawan berbeda-beda.Sehingga dalam waktu penyelesaian pekerjaan yang sama itu berbeda juga. Dalam metode Hungarian sumber daya harus ditugaskan hanya untuk satu pekerjaan. Sebagai contoh, Suatu perusahaan kotak hadiah mempunyai lima pekerjaan yang berbeda, yaitu memotong karton, merekatkan kertas warna, memberi hiasan, merekatkan pita, dan membungkus. Dimana tugas-tugas tersebut akan diselesaikan oleh lima karyawan. Biaya penugasan seorang karyawan untuk masing-masing pekerjaan berbeda-beda.
Data pada table di bawah ini menunjukkan biaya penugasan karyawan perusahaan kotak kado untuk masing-masing  pekerjaan.
Karyawan/ pekerjaan
I(Rp)
II(Rp)
III(Rp)
IV(Rp)
V(Rp)
A
170,00
150,00
190,00
210,00
180,00
B
150,00
170,00
220,00
180,00
140,00
C
260,00
210,00
240,00
210,00
190,00
D
180,00
190,00
190,00
170,00
200,00
E
150,00
200,00
230,00
190,00
170,00
Langkah pemecahan  yang dilakukan…
  1. Membuat tabel matriks
Agar lebih mudah, Bila disederhanakan, maka tabel datanya dapat diubah menjadi tabel matriks di bawah ini
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
17
15
19
21
18
B
15
17
22
18
14
C
26
21
24
21
19
D
18
19
19
17
20
E
15
20
23
19
17


1.      Mencari nilai opportunity cost (elemen terkecil) tiap baris
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
17
15
19
21
18
B
15
17
22
18
14
C
26
21
24
21
19
D
18
19
19
17
20
E
15
20
23
19
17

3. Menolkan OC
Nilai OC tiap baris digunakan untuk mengurangi tiap elemen dalam baris tersebut. Sehingga paling sedikit akan diperoleh satu elemen yang bernilai nol sebagai hasilnya. Seperti dalam tabel di bawah ini.
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
2
0
4
6
3 = 18-15
 B
1
3
8
4
0
C
7
2
5
2
0
D
1
2
2
0
3
E
0
5
8
4
2


Cek 0 di kolom
Cek setiap kolom, apakah sudah mengandung elemen 0.
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
2
0
4
6
3

B
1
3
8
4
0

C
7
2
5
2
0

D
1
2
2
0
3

E
0
5
8
4
2


Pada kasus ini, kolom ketiga belum mempunyai elemen 0. Untuk itu, dilakukan langkah selanjutnya.
  1. Mencari opportunity cost kolom yang belum mengandung 0 (kolom III)
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
2
0
4
6
3
B
1
3
8
4
0
C
7
2
5
2
0
D
1
2
2
0
3
E
0
5
8
4
2
Selanjutnya, tiap elemen di kolom III dikurangi dengan OC kolom
z
I
II
III
IV
V
A
2
0
2
6
3
B
1
3
6
4
0
C
7
2
3
2
0
D
1
2
0
0
3
E
0
5
6
4
2

Membuat garis bantu
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
2
0
2
6
3
B
1
3
6
4
0
C
7
2
3
2
0
D
1
2
0
0
3
E
0
5
6
4
2

Jumlah garis harus = jumlah pekerjaan

Jumlah garis pada tabel di atas adalah empat, jadi masih kurang satu.
  1. Menentukan elemen yang belum dikenai garis bantu, lalu mencari  OC total
Karyawan/ pekerjaan
I
II
III
IV
V
A
2
0
2
6
3
B
1
3
6
4
0
C
7
2
3
2
0
D
1
2
0
0
3
E
0
5
6
4
2

Elemen yang belum dikenai garis bantu adalah elemen di kolom III baris A,B,C dan di kolom IV baris A, B, dan C. Sedangkan nilai opportunity costnya adalah Tabel sudah optimal, karena jumlah garis = jumlah pekerjaan.
Jadi, berdasrkan tabel dapat dilihat bahwa:
Karyawan A cocok untuk pekerjaan I & II
Karyawan B cocok untuk pekerjaan V
Karyawan C cocok untuk pekerjaan IV & V
Karyawan D cocok untuk pekerjaan III & IV
Karyawan E cocok untuk pekerjaan I
  1. Penugasan optimal
Karyawan A : pekerjaan II (merekatkan kertas warna)
Karyawan B : pekerjaan V (membungkus)
Karyawan C : pekerjaan IV (merekatkan pita)
Karyawan D : pekerjaan III (memberi hiasan)
Karyawan E : pekerjaan I (memotong karton)
10.  Kesimpulan
Jadi, penugasan di perusahaan kotak kado ialah:
Karyawan A mendapat tugas merekatkan kertas warna dengan biaya Rp150,00
Karyawan B mendapat tugas membungkus  dengan biaya Rp 140,00
Karyawan C mendapat tugas merekatkan pita dengan biaya Rp210,00
Karyawan D mendapat tugas memberi hiasan dengan biaya Rp190,00
Karyawan E mendapat tugas memotong karton dengan biaya Rp150,00

           












Sumber :
Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 
Sumber :  http:// cupzard.blogspot.com/2010/06/metode-hungarian.html