Senin, 28 Oktober 2013

Analisis Pengambilan Keputusan (decision analysis) dan Analisis Resiko (Risk Analaysis)



Pendahuluan
Pengambilan keputusan merupakan kegiatan yang cukup krusial bagi setiap umat manusia di muka bumi ini, khususnya bagi seorang manajer di sebuah perusahaan.  Contoh pengambilan keputusan tersebut diantaranya adalah :
 (1) keputusan melakukan ekspansi/perluasan perusahaan.
 (2) keputusan menambah kapasitas produksi.
 (3) keputusan memilih lokasi usaha.
 (4) dan lain-lain. Bagi seorang manajer, salah dalam mengambil keputusan maka akan berdampak buruk bahkan fatal yaitu tutupnya perusahaan.
Contoh konkrit adalah kasus yang terjadi pada perusahaan IBM yang pada awalnya menguasai pasar computer dunia sebesar 70%, namun karena salah mengambil keputusan yaitu memberikan harga yang tinggi dan tidak mau memproduksi komputer jenis notebook atau labtop, maka IBM kalah bersaing dengan pesaingnya seperti HP, Acer, Toshiba, dan lain-lain sehingga pangsa pasarnya menurun drastis hingga menyisakan 24% saja. Walaupun IBM melakukan perbaikan dan strategi yang baru, namun untuk kembali ke angka 70% masih sangat jauh. Saat ini pangsa pasar IBM hanya mencapai 30-an% saja.
ANALISIS RISIKO (Risk Analysis)
Analisis risiko atau analisis profitabilitas dimaksudkan untuk membantu menjelaskan persoalan kepekaan tersebut.  Analisis ini dapat memperbaiki penilaian mengenai kebaikan relatif proyek-proyek alternatif, dan sama sekali tidak mengurangi risiko.
Analisis risiko yang teliti hanya dilaksanakan dalam kasus-kasus khusus, seperti pada proyek-proyek yang besar dan sangat kompleks, atau proyek-proyek yang mempunyai risiko yang luar biasa yang tidak dapat diterima hanya berdasarkan analisis kepekaan yang sederhana.
Ada dua hal yang penting pada aspek risiko, yaitu risiko bisnis dan risiko keuangan. Risiko bisnis timbul sebagai akibat dari ketidakpastian realisasi keuntungan yang diharapkan perusahaan.
ANALISIS KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian ini timbul sebagai akibat dari kemungkinan perubahan harga produk dan faktor-faktor produksi, perubahan selera konsumen, perubahan metode produksi, dan reaksi pesaing.
Dengan kata lain, risiko bisnis timbul dari kondisi bisnis umumnya, dan juga karena kondisi khusus tentang permintaan dan penawaran harga di pasar.
Risiko keuangan timbul sebagai akibat penggunaan hutang bagi pembiayaan operasi perusahaan. Adanya penambahan hutang, akan mengurangi pendapatan bersih bagi pemilik modal sendiri. Pembuatan suatu proyek dalam perhitungannya banyak mengandung ketidakpastian.
Hal ini terjadi karena dalam analisis proyek banyak diperlukan ramalan (forecasting).
Oleh karena itu, perhitungan-perhitungan biaya dan manfaat banyak mengandung ketidakpastian.
Biaya konstruksi dapat dipengaruhi :
v  keadaan cuaca,
v  umur berguna (useful life investasi) dapat lebih pendek karena adanya penemuan-penemuan,
v  permintaan terhadap jasa angkutan dapat berubah karena ada perubahan2 yang tidak diketahui sebelumnya dalam pola pembangunan ekonomi,
dan masih banyak faktor-faktor lain yang dapat membuat ramalan kurang tepat.
Ada dua cara metode dasar untuk menyatakan ketidakpastian dalam suatu proyek, yaitu:
Dalam metode sederhana diberikan beberapa nilai terhadap beberapa faktor yang penting dan dihitung the rate of return-nya untuk nilai-nilai yang berbeda tersebut.  Sebagai misal: jika biaya valuta asing suatu proyek tinggi, dan nilai tukar bayangan valuta asing tidak diketahui dgn pasti, maka ada gunanya untuk menghitung the rate of return pd nilai tukar bayangan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Dengan demikian dapat diperoleh suatu deretan jawaban dan diketahui kepekaan hasil perhitungan terhadap perubahan2 dlm nilai tukar bayangan yg diasumsi. Prosedur yg sama dapat diterapkan pd ramalan atau perkiraan biaya, manfaat, dsb. Metode ini menunjukkan kepekaan kesimpulan terhadap berbagai faktor dan deretan kemungkinan kesimpulan; tetapi tidak menunjukkan probabilitas berbagai hasil yg akan terjadi.
Metode yang didasarkan pada analisis profitabilitas berbagai ramalan dan hasil akhirnya akan menyatakan probabilitas untuk mencapai the rate of return tertentu. Di sini perlu diadakan perbedaan antara risiko dan ketidakpastian. Untuk kejadian2 yg mengandung risiko diketahui "the probability distribution of outcomes", sedangkan untuk kejadian2 yg tidak pasti (uncertain events) hal itu tidak diketahui. Misalnya, tidak mungkin untuk mengetahui banyaknya turun hujan dlm suatu bulan tertentu, tetapi catatan tentang keadaan pd waktu yang lampau menunjukkan profitabilitas tentang berbagai tingkat turunnya hujan.
Jika diketahui bahwa pembangunan suatu proyek tidak dapat dilaksanakan dengan turun hujan di atas suatu tingkat tertentu, maka dapat ditentukan probabilitas kejadian tersebut. Hal ini tidak mungkin dijalankan (diadakan) untuk kejadian2 yg tidak tentu (uncertain events) seperti perubahan2 dlm selera atau dlm teknologi. Hal-hal tersebut tidak dapat dianalisis dengan memuaskan dlm ukuran distribusi probabilitas karena informasi yang diperlukan (yang relevan) tidak tersedia. Dalam hal-hal tsb dapat ditentukan probabilitas subyektif, yakni probabilitas menurut pertimbangan (judgement) orang2 yg membuat ramalan, dan memperlakukan ketidakpastian seperti risiko.
Selanjutnya dalam situasi yang tidak pasti pengambil keputusan tidak mengetahui probabilitas bagi hasil yang akan diperoleh.
Berikut ini akan dibahas pendekatan dalam pengambilan keputusan pada situasi serba tidak pasti, yakni sebagai berikut.
(1) maximax
 (2) maximin,
 (3) minimax regret,
 (4) hurwich, dan
 (5) equal likelihood.



Metoda Pengambilan Keputusan
Terdapat 2 metoda pengambilan keputusan yaitu
 (1) tabel keputusan/decision table
 (2) pohon keputusan/decision tree.
Selanjutnya akan dibahas lebih mendalam tentang Tabel Keputusan/decision table.
Terdapat 5 jenis/tipe pengambilan keputusan menggunakan tabel keputusan, yaitu (1) maximax, (2) maximin, (3) minimax regret, (4) hurwich, dan (5) equal likelihood. Untuk penjelasan lebih lanjut, akan diberikan contoh guna memudahkan pemahaman kita.

Contoh soal:
Microcomp merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang personal computer (PC). Perusahaan ini merencanakan untuk melakukan ekspansi ke beberapa negara yang dianggap akan memberikan keuntungan yang optimal. Setelah melakukan penelitian yang mendalam, maka terdapat 5 negara yang akan dipilih salah satunya. Adapun keuntungan (dalam jutaan dollar AS) yang didapatkan dari masing-masing negara tersebut adalah sebagai berikut:

Negara
Kondisi Ekonomi

Buruk
Stabil
Naik
Korea Selatan
15.2
19.1
21.7
China
17.6
18.5
19.0
Taiwan
14.9
17.1
19.2
Philipina
13.8
16.8
22.5
Mexico
12.5
21.2
25.0

Tentukan negara mana yang sebaiknya dipilih perusahaan sehingga keuntungannya dapat optimal.
Jawab:
1.      Metoda Maximax
Pilihlah dari masing-masing negara tersebut yang memberikan keuntungan terbesar, kemudian pilihlah yang paling besar. Misalkan, Korea Selatan dengan pilihan keuntungan 15.2; 19.1; dan 21.7, maka yang dipilih adalah 21.7.
Maka:
·         Korea Selatan:             21.7
·         China:                          19.0
·         Taiwan:                       19.2
·         Philipina:                     22.5
·         Mexico:                       25.0
Jadi yang dipilih adalah Mexico karena memberikan keuntungan terbesar bila dibandingkan negara lainnya yaitu 25.0

2.      Metoda Maximin
Pilihlah dari masing-masing negara tersebut yang memberikan keuntungan terkecil kemudian pilihlah yang paling besar. Misalkan, Korea Selatan dengan pilihan keuntungan 15.2; 19.1; dan 21.7, maka yang dipilih adalah 15.2.
Maka:
·         Korea Selatan:             15.2
·         China:                          17.6
·         Taiwan:                       14.9
·         Philipina:                     13.8
·         Mexico:                       12.5
Jadi yang dipilih adalah China karena memberikan keuntungan terbesar bila dibandingkan negara lainnya yaitu 17.6.

3.      Metoda Minimax Regret
Langkah pertama adalah membuat regret yaitu dari masing-masing kondisi dipilih yang paling besar angkanya kemudian angka tersebut sebagai pembanding angka-angka lainnya dari kondisi tersebut, misalkan, kondisi ekonomi buruk memiliki angka masing-masing 15.2; 17.6; 14.9; 13.8; dan 12.5 sehingga angka yang paling besar adalah 17.6. Angka tersebut kemudian dijadikan pembanding dan dicari selisihnya untuk semua angka di kondisi tersebut.
Maka:

Negara
Kondisi Ekonomi

Buruk
Stabil
Naik
Korea Selatan
2.4
2.1
3.3
China
0
2.7
6.0
Taiwan
2.7
4.1
5.8
Philipina
3.8
4.4
2.5
Mexico
5.1
0
0

Setelah itu, pilihlah angka terbesar di masing-masing negara kemudian pilihlah yang paling kecil.
·         Korea Selatan:             3.3
·         China:                          6.0
·         Taiwan:                       5.8
·         Philipina:                     4.4
·         Mexico:                       5.1
Jadi yang dipilih adalah Korea Selatan karena memberikan keuntungan terkecil bila dibandingkan negara lainnya yaitu 3.3.

4.      Metoda Hurwich
Metoda ini membutuhkan bantuan alpha (α) yang besarannya telah ditentukan di soal atau jika dalam kenyataan di lapangan, menyesuaiakan si pengambil keputusan, semakin besar nilai α, maka semakin optimis orang tersebut, semakin kecil nilai α maka semakin pesimis orang tersebut.
Cara perhitungannya adalah pilihlah angka terbesar di masing-masing negara, angka tersebut dikalikan dengan α, kemudian pilihlah angka terkecil di masing-masing negara, angka tersebut dilakukan dengan 1 – α.
Misalkan ditentukan α  sebesar 60% atau 0.6, maka:
·         Korea Selatan:             21.7 (0.6) + 15.2 (0.4) = 19.1
·         China:                          19.0 (0.6) + 17.6 (0.4) = 18.44
·         Taiwan:                       19.2 (0.6) + 14.9 (0.4) = 17.48
·         Philipina:                     22.5 (0.6) + 13.8 (0.4) = 19.02
·         Mexico:                       25.0 (0.6) + 12.5 (0.4) = 20
Jadi yang dipilih adalah Mexico karena memberikan keuntungan terbesar bila dibandingkan negara lainnya yaitu 20.

5.      Metoda Equal Likelihood
Metoda ini mengharuskan kita untuk menentukan nilai α sendiri, yaitu didapatkan dari 1 dibagi jumlah kondisi yang ada. Misalkan jumlah kondisinya ada 2 maka nilai α adalah sebesar 0.5 yang didapatkan dari perhitungan ½ = 0.5. Jika kondisinya ada 5 maka nilai α adalah sebesar 0.2 yang didapatkan dari perhitungan 1/5 = 0.2. Setelah nilai α ditentukan maka kita kalikan semua angka yang ada di pilihan negara dengan nilai α tersebut.
Dalam kasus kita, nilai α-nya adalah sebesar 0.33 yang didapatkan dari perhitungan 1/3 = 0.33
Maka:
·         Korea Selatan:             21.7 (0.33) + 19.1 (0.33) + 21.7 (0.33) = 20.63
·         China:                          17.6 (0.33) + 18.5 (0.33) + 19.0 (0.33) = 18.18
·         Taiwan:                       14.9 (0.33) + 17.1 (0.33) + 19.2 (0.33) = 16.9
·         Philipina:                     13.8 (0.33) + 16.8 (0.33) + 22.5 (0.33) = 17.52
·         Mexico:                       12.5 (0.33) + 21.2 (0.33) + 25.0 (0.33) = 19.37
Jadi yang dipilih adalah Korea Selatan karena memberikan keuntungan terbesar bila dibandingkan negara lainnya yaitu 20.63.





Sumber :
Taylor W. Bernard. 2004. Management Science Eight Edition. Prentice Hall : New Jersey



3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. knp di metode likelihood di negara korsel angka 21,7 ada 2 ?

    BalasHapus